Rabu, 02 Juli 2014

Kamu tahu siapa aku?


Namaku Arie Halilintar, aku terlahir pada tanggal 26 Januari di desa Bakarung, salah satu desa kecil di Kalimantan Selatan di daerah kabupaten Hulu Sungai Selatan. Perlu kalian catet, nama ayahku adalah Achmad Gafuri, dan mamaku Rusmilawati. Dua orang yang sangat berharga bagiku.


Sekolah pertamaku adalah TK Pertiwi XIII Bakarung Tengah, setelah itu aku melanjutkan ke SD Negri Bakarung tengah. Tingkat SLTP, aku memilih ke MTs Negri Angkinang, lalu ke SMA Negri 2 Kandangan. Kemudian kuliah selama kurang lebih tiga tahun di ATPN (Akademi Teknik Pembangunan Nasional) Banjarbaru, dengan jurusan Teknik Listrik.

Aku pernah aktif di organisasi KAMMI Komisariat Kampus Banjarbaru sebagai sekretaris umum dan staf departemen ekonomi. Selain itu aku juga aktif di FLP (Forum Lingkar Pena) Cabang Banjarbaru sebagai wakil ketua.

Kalau kalian bertanya tentang hobi, hobiku sangat banyak. Aku saaangat suka main game! Tapi game sering kali membuatku lupa waktu.

“Arie! Sudah adzan, ayo shalat dulu!” tiba-tiba ayahku muncul dari balik pintu kamar. Aku melepaskan stick controller dengan sedikit rasa kesal.

Aku mulai meninggalkan game. Aku juga suka catur, bermain catur serasa kita memimpin sebuah pasukan untuk menghancurkan kerajaan musuh.

“Skak mat!” anak kecil itu menciptakan kemenangannya yang keenam dalam waktu tiga puluh menit terakhir. Frustasi karena kalah terus, aku lebih memilih menggambar sebagai hobiku yang selanjutnya.

“Arie Halilintar!” bu Erni, guru kesenian memanggilku. Mengembalikan buku gambar yang sudah selesai dinilainya. Jleb!! Serasa ditikam deh kalo liat nilai begini. Meskipun ini terjadi setiap minggu, tetap aja sakit rasanya. Nilai menggambarku tidak pernah lebih dari enam!

Merasa stres dan hampir gila dengan kegagalan itu, aku memutuskan menulis sebagai hobi terbaru. Ternyata menulis itu membuatku harus membaca, sehingga aku memiliki lebih banyak pengetahuan. Tidak kuduga sebelumnya, ternyata dengan menempatkan diri sebagai penulis, aku jadi membuka lagi hobi-hobiku sebelumnya untuk memancing imajinasiku keluar. Yang paling mengasyikkan, dengan menulis kita bisa menyampaikan kebaikan kepada orang, sehingga itu bisa menjadi investasi amal untuk kita. Salah satu amal yang tidak terputus setelah kematian adalah ilmu yang bermanfaat. Baik itu ilmu untuk diri kita sendiri, maupun ilmu yang kita bagikan ke orang lain.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar